Tampilkan postingan dengan label Ulasan Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2012

Ta-ra Euro 2012

Spain retained the trophy

"Are we boring? People who think we play boring, I don't think they understand the game"

Well said, that was Cesc Fabregas who talked about Spain's victory. Let's just not lie, Spain bored me in the past four years. They are the first team in history who win three consecutive major tournaments: in Swiss-Austria, South Africa and Poland-Ukraine. It's just..... odd. There are 16 best teams in the Europe and 32 best teams in the World, how can you start and join the tournament if you know who will be the champion in the end? or in other words, the same team who will win? Tiki-Taka may not bore me, where their style of play is accentuating ball possession they make. Beauty, vision, pass and pass. Been favourited by most of football fans, and crowned as champion in the end. Plus, Fernando Torres surprisingly got the golden boot after his goal against Italy. Spanish celebrated, Italian went down. Mario Balotelli who is considered as 'bad boy' watching Casillas lifting the trophy, in tears. Who would have thought the brat could be that weak?

Oh let's talk about Spain again. Who do you think would be the best actor if  this title assumed as Oscar? Mine are Xavi and Iniesta. No, I don't mean in that diving case. They are such best-fucking-mildfielder by far. Other players scored, but these two men who made the game. End of. 

I won't say that I didn't support any team at Euro. In fact, I did. England still be my favorite national team apart from my country. I've been following English football since I know what football was. Being Manchester United fan makes me understand about English football. But what about now? I'm still upset with how Roy Hodgson didn't make a call for Rio Ferdinand and Michael Carrick but chose Martin Kelly, Jordan Henderson and uh Stewart Downing instead. Footballing reason? You're having a laugh, Roy. 

Penalty isn't their best friend, is it?
They say England haven't moved on in the last two years since the World Cup. Better or worse? you judge. England have been here before, of course. Not because they didn't take a part four years ago, that doesn't mean they couldn't make it well. They have the best League in the world. Ask footballers, most of them would say Premier League is their Hollywood where they can make their dreams come true. But unfortunately, history repeated itself. The same old story, England must learn from familiar failing after exit.

What's the other thing? Netherlands are the big flop. Coming as runner-up of the World Cup tournament, they didn't manage to get the victory, even one. German, like always, favourited but unsuccessful. Portugal the same one, but Cristiano Ronaldo is special. Relying on just one player isn't enough, though. Ireland may be bad, but their fans are the best.

Euro 2012 just ended, but football won't.

Sabtu, 13 Agustus 2011

It's finally over, Cesc

Namanya sering muncul di media-media olahraga ketika bursa transfer sedang dibuka, dikait-kaitkan oleh klub yang dulu pernah ia mainkan sebelumnya, sempat merasakan kejenuhannya tak mendapatkan trofi, dan keinginannya sendiri yang ingin pergi, bahkan pemain-pemain lain ikut mengeluarkan suara menghiasi berita-berita di media. Dan pada akhirnya, ia berhasil menuju tempat dimana ia ingin pergi dari beberapa tahun belakangan ini. Who is we're talking about? yep, Cesc Fabregas.
Kapten Arsenal, Cesc Fabregas akhirnya kembali lagi menuju klub yang dulu pernah ia pernah bela, Barcelona. Hal ini sekaligus mengakhiri cerita Cesc Fabregas Saga yang selalu menghiasi koran dan media-media olahraga lainnya dalam dua tahun terakhir. Dikabarkan, ia akan terbang ke Barcelona dalam 48 jam ke depan dan menyusul rekan-rekan barunya untuk menghadapi Real Madrid dalam Piala Super Spanyol hari minggu waktu setempat. Menurut salah satu sumber, Arsenal akan menerima 29.8 juta Poundsterling plus kemungkinan tambahan 5.2 juta Poundsterling jika Fabregas bermain setidaknya 60 persen dari total pertandingan Barcelona semusim dan Barcelona memenangkan tiga gelar selama periode tiga tahun kedepan. Rekan satu negara yang bermain untuk Barcelona sudah membuat ucapan selamat datang via twitter. "Booooyyyy!!! Welcome home!!! Happy to have you here," kata Carles Puyol yang menggunakan bahasa Catalan di twitternya. "He's finally here!!" Pique menambahkan.

Setahun yang lalu tepatnya setelah perayaan kemenangan Spanyol di turnamen Piala Dunia 2010, rekan setimnya di timnas dengan sengaja memakaikan kaos kebesaran Barcelona ke tubuh Cesc. Ia sempat mencegah itu agar tidak terjadi kesalah pahaman antara ia dan pendukung Arsenal. Ia masih menghormati klub yang ia bela pada saat itu. Beberapa waktu yang lalu di situs resmi Barca, para pemain Barcelona beramai-ramai memberikan komentar mengenai dirinya dan terang-terangan menyatakan keinginan mereka –dan juga keinginan Fabregas- untuk segera pindah ke Nou Camp. Hal ini membuat para pendukung Arsenal merasa lebih geram. Ia bisa menghilangkan komentar-komentar tersebut dengan satu bantahan saja atau mengikuti latihan bersama Arsenal. Tapi ia tidak melakukan itu. Kenapa? karena ia memang ingin pergi. Meninggalkan sebuah klub dan berlabuh ke klub lain memang tidak salah. Tapi yang dilakukan Cesc dengan membiarkan teman-temannya menyatakan keinginan mereka - dan ia sendiri - untuk pergi tanpa ia sendiri yang berkomentar, malah membuat sakit hati para fans. Ia seolah-olah ingin pergi dengan status 'pahlawan' di benak pendukung Arsenal, tapi ia gagal melakukan itu. Para fans sudah terlanjur 'muak' dengan pembicaraan media mengenai saga transfer ini. Bahkan tak banyak dari mereka yang berpendapat seharusnya Cesc secepatnya hengkang dari Emirates melalui blog-blog yang mereka tulis. Dan sepertinya sekarang para fans sudah bisa tersenyum lega setelah mengetahui cerita akhir dari saga ini. 

Bicara soal peluang Fabregas di Barcelona? Saya bukan tipe penikmat sepakbola yang pandai tentang formasi atau strategi tim. Tapi mari kita coba bahas di posisi mana ia akan bermain nantinya. Pep Guardiola biasa memasang formasi 4-3-3. Trio gelandang maut Busquets - Xavi - Iniesta terkenal mempunyai passing yang nyaris sempurna. Dengan di depan ada Pedro - Messi - Villa. Jika Guardiola menempatkan Cesc pada lini tengah dengan formasi yang sama, orang yang namanya akan tergeser pertama mungkin adalah Busquets. Tentu saja, Fabregas mempunyai kemampuan untuk bertahan, namun hal ini adalah opsi jika Barcelona berada dalam situasi tertinggal atau butuh kemenangan, dan juga menghadapi tim yang sangat lemah. Masih di posisi lini tengah, mungkin saja ia dipersiapkan oleh Guardiola sebagai pewaris tempat Xavi Hernandez yang agaknya sudah mulai termakan usia. Pemain lain yang mungkin akan dikorbankan adalah Pedro atau Villa, ia bisa saja ditempatkan sebagai penyerang sayap bersama Messi dan salah satu antara Pedro dan Villa.

Perkiraan tersebut tentunya belum menyertakan nama Sanchez yang tidak lama ini di rekrut oleh tim Catalan itu. Kemungkinan lain dengan hadirnya Alexis Sanchez di skuad blaugrana, Guardiola bisa saja mengubah formasi menjadi 4-4-2. Dengan menaruh Iniesta pada posisinya aslinya, sebagai sayap kiri dan Sanchez yang berada di kanan. Xavi dan Cesc tentunya akan diduetkan di lini tengah sebagai pembuat kreasi dan jenderal lapangan tengah, sekaligus menjadi solusi jika lini depan mulai buntu. Hal ini tentunya akan mengorbankan Busquets dan juga akan menggeser salah satu antara Villa atau Pedro yang diduetkan dengan Messi di depan.

Kemungkinan selanjutnya bisa saja mereka menggunakan formasi 3-4-3. Dengan Daniel Alves, Pique, Abidal yang menemai Valdes di belakang. Fabregas akan menemani Messi dan Villa/Pedro di depan. Menuju lini tengah yang dihuni oleh Iniesta di kiri dan Sanchez di kanan. Sementara Xavi menjadi pengatur serangan di tengah bersama Busquets yang menjadi gelandang perusak sekaligus bertahan.
Atau jika benar ia memang di persiapkan Pep untuk penerus Xavi, bersiap-siap saja melihat Cesc datang dari bangku cadangan.

Bagaimana dengan Arsenal? Rasanya Wenger dan pendukung Arsenal tak perlu cemas dengan kepergian Cesc. Pasalnya Arsenal dikenal mempunyai banyak pemain tengah yang menjanjikan di masa depan. Ehem, di masa depan. Pemain muda baru yang sering dibicarakan, Alex Oxlade-Chamberlain, masih berusia 17 tahun. Ada lagi nama Ryo Miyaichi, pemain berusia 18 tahun yang tampil mempesona di Belgia. Belum lagi dengan Aaron Ramsey yang sudah menjadi kapten di timnas Wales. Mereka juga masih mempunyai Arshavin yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Dan yang terakhir tentunya pemain yang memiliki masa depan cerah baik di Arsenal maupun di timnas Inggris, Jack Wilshere.

Pada akhirnya, cerita saga tersebut akhirnya terselesaikan juga dan sang tokoh utama berada pada tempat yang ia inginkan. Happy Ending eh?


Minggu, 29 Mei 2011

Congrats Barcelona!




Manchester United, tim yang baru saja mencatat rekor sebagai klub yang paling banyak mengoleksi gelar Liga Inggris – melalui perolehan gelar Liverpool – menelan kekalahan dua kali di tempat yang sama musim ini, Wembley. Bukan, bukan Manchester City yang mengalahkan mereka, bukan tim kuat yang dibangun dengan modal lembaran poundsterling, dan bukan tim Inggris. Tim ini berasal dari Spanyol – Well, Catalan lebih tepatnya – tim ini adalah tim yang mempercundangi Real Madrid 5-0 di awal musim, tim ini adalah tim yang paling produktif di turnamen Liga Champions dan tim ini adalah tim yang telah membuktikan bahwa mereka adalah yang terbaik di eropa, dini hari tadi. Dan tak usah bertele-tele lagi, langsung kita sambut sang juara Liga Champions musim 2010/2011, FC Barcelona.

Terkadang kita memang diharuskan untuk melepas topi dan memberi hormat pada seseorang yang lebih baik dari kita. Terkadang juga kita wajib untuk mengangkat kepala dan menerima kekalahan secara lapang dada. Manchester United tampaknya memang harus melakukan hal itu semua kepada ehm, Barcelona. Mungkin tak ada lagi yang namanya One-Man-Show seperti final 2009 lalu sekaligus mimpi buruk bagi United. Dua tahun lalu, United masih diperkuat oleh ikon mereka, Cristiano Ronaldo. Permainan individual Ronaldo adalah faktor utama mengapa Barcelona menjadi juara pada malam itu. Taktik Ferguson yang seakan akan seperti ‘berikan bola kepada Ronaldo, dan biarkan dia yang menyelesaikannya’ sama sekali tidak berjalan dengan baik. Sepakbola adalah permainan kelompok, dengan 11 pemain membaur menjadi satu, bekerja sama untuk mewujudkan tujuan dari mereka bermain, mencetak gol dan menang. Sepakbola bukanlah permainan yang hanya ditujukan untuk atraksi satu pemain saja. Karena demi alasan tak masuk akal pun, nama yang menempel di depan dada jauh lebih penting daripada nama yang tertulis di belakang.

Datang ke Wembley dengan percaya diri, Ferguson menurunkan Carrick, Valencia, Giggs dan Park Ji Sung di lini tengah dengan Rooney dan Hernandez yang menjadi ujung tombak. Formasi seperti ini jelas Manchester United akan memainkan sepakbola menyerang, menekan para pemain Barcelona, dan membuat lini tengah Barcelona yang terkenal mempunyai passing nyaris sempurna ini agar kehilangan ball possession yang menjadi permainan khas pasukan Blaugrana. Dan benar, Manchester United berhasil membuat Barcelona tertekan di 12 menit awal setidaknya, namun ketika bola berada pada kaki Xavi Hernandez, ia seakan akan tidak membiarkan siapapun bisa mengambil bola darinya ataupun teman temannya. Sebuah passing luar biasa indahnya dari Xavi yang diberikannya kepada Pedro yang pada saat itu berlari bebas tanpa kawalan, memanfaatkan kecerobohan lini belakang United yang terlalu sibuk mengurusi Xavi membuat dia dengan mudah menceploskan bola ke gawang Van Der Saar. Barcelona unggul 1-0. Beberapa menit setelahnya aksi Wayne Rooney yang melalukan permainan 1-2 bersama Carrick yang kemudian diteruskan dengan permainan 1-2 lagi bersama Ryan Giggs mampu mengecoh Victor Valdes. Kedua kesebelasan mengakhiri babak pertama dengan bermain imbang 1-1.

Entah apa yang di katakan Ferguson di ruang ganti, entah apa juga kata yang keluar dari mulut Guardiola di tempat yang sama. Yang jelas kedua pelatih jenius ini terus memotivasi anak anak didiknya agar mengakhiri lagi ini sesuai skenario yang diharapkan. Tapi apa yang terjadi di pertandingan 45 menit setelahnya? Dua gol indah menghujam deras di gawang Van Der Saar. Lionel Messi adalah salah satu pencetak dari dua gol tersebut. Ia mengakhiri kutukan dengan tidak pernah mencetak gol sama sekali di tanah britania raya, dini hari tadi ia sukses menghancurkan kutukan itu sekaligus membuat dia menjadi top skor Liga Champions musim ini, 12 gol. Jumlah yang menyamai rekor gol milik Ruud Van Nistelrooy. Dan 20 menit terakhir, David Villa sukses mencatatkan dirinya di papan skor dan semakin menguatkan pengulangan cerita Roma dua tahun silam.



Dia menunjukkan pada semua orang, bahwa dia sudah mengangkat piala itu, TIGA kali

Dan itulah, tak ada yang namanya come back di Wembley malam itu, tidak untuk saat tertinggal 3-1, sama seperti tahun 2009, Manchester United harus mengakui bahwa Barcelona adalah tim yang lebih baik dari mereka, dua kali. Ah sungguh perpisahan pahit bagi Van Der Saar.

Dan sekali lagi, Congratulations Barcelona! Setidaknya Manchester United telah membuktikan kualitasnya dengan merajai tanah Inggris dan menjadi runner-up Liga Champions, di bawah tim terbaik di planet ini.   

Sabtu, 30 April 2011

Hooliganisme di Inggris


Sepakbola di Inggris tidak lepas dari yang namanya hooliganisme.Kekerasaan adalah hal yang biasa pada tahun 1970-1990 namun berkat adanya CC TV dibuat sebanyak mungkin di Stadion agar hooligans dapat terkendali.Mereka tetap bernyanyi walaupun timnya kalah.Kebiasaan minum-minuman keras sebelum bertanding ataupun sesudah bertanding menjadi salah satu pemicu sering terjadinya kerusuhan antar hooligans
Berikut ini adalah 10 hooligans yang sering membuat ulah

1. Bushwackers-Millwall

Mereka adalah supporter fanatic klub sepakbola Millwall.Musuh utamanya adalah Inter City Firm pendukung fanatic West Ham bukan GSE(Green Street Elite) seperti yang di film-film.Mereka memiliki senjata khusus yang dirancang sendiri untuk menyerang lawannya yang dinamai “The Millwall Brick”.Puncak Kegiatan mereka di 1980-an. Bushwackers sering membuat ulah dan bertanggung jawab atas beberapa kerusuhan terburuk dalam sepakbola inggris. Bushwackers bangga dengan apa yang mereka perbuat.Reputasi Bushwackers belum tertandingi.

2.Inter City Firm-West Ham

Sekelompok suporter yang aktif pada tahun 1970-1990 yang menamai diri mereka Inter City Firm.Dinamai Inter City Firm sesuai dengan nama kereta api yang mereka pakai untuk menyaksikan pertandingan away.Mereka mempunyai kebiasaan unik yaitu meninggalkan kartu di tubuh lawan yang mereka serang yang bertulisakan “Selamat anda baru saja bertemu dengan ICF”.Bentrokan sering terjadi dengan Bushwackers Millwall

3.The Red Army-Manchester United

The Red Army dapat dikatakan memiliki jumlah terbesar dengan tingkat hooliganisme tinggi di Britannia.Sementara nama The Red Army digunakan untuk merujuk pada fans Manchester United pada umumnya.Pada pertengan 70-an nama ini menjadi identik dengan beberapa insiden menentukan dalam hooliganisme di Inggris.Bentrokan besar terekam pada tahun 1985 kala The Red Army berseteru dengan Inter City Firm-West Ham di sekitaran kota Manchester.

4. The Soul Crew- Cardiff City

The Soul Crew- Cardiff City (Umumnya dikenal sebagai Soul Crew) adalah firma hooligans sepak bola terkenal yang berhubungan dengan klub sepak bola Welsh, Cardiff City. Selama satu dekade terakhir Soul Crew telah menjadi salah Firma Hooligans sepak bola terbesar dan paling aktif di Inggris. Soul Crew Nama ini diadopsi oleh pengikut hooligan dari Cardiff City di tahun 1970-an. 20 tersangka anggota Soul Crew ditahan sebelum dimulainya replay Piala FA melawan Reading di Ninian Park pada bulan Februari 1998. Polisi anti huru hara harus disusun pada akhir permainan untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut.

5. The Leeds United Service Crew-Leeds United

The Leeds United Service Crew adalah Firma Hooligans sepak bola terkait dengan tim sepak bola Liga Inggris, Leeds United. Service Crew terbentuk pada tahun 1974, dan diberi nama setelah pelayanan kereta publik biasa yang membawa para hooligan pergi ke pertandingan. Service Crew memiliki reputasi sebagai salah satu Firma hooligan paling terkenal dalam sepakbola Inggris. Pada tahun 1985 ketika hooliganisme sepakbola tersebar luas di Inggris, the BBC Six O'Clock News memiliki laporan khusus di mana mereka terdaftar dalam Firma hooligan terburuk yang menciptakan kekacauan di seluruh Inggris dan Leeds United telah dicatatkan di antara lima klub terburuk.

6. 6,57 Crew- Portsmouth

6,57 Crew adalah sebuah Firma sepak bola terkait dengan tim Liga Inggris, Portsmouth FC.Nama 6,57 Crew diambil dari waktu kereta yang membawa mereka ke Stasiun Waterloo London pada hari Sabtu pukul 6.57.Firma ini adalah salah satu firma yang paling aktif di tahun 1980-an dan menyebabkan kekacauan kemanapun mereka pergi. Pada bulan Mei 2006, 130 hooligans Portsmouth hooligan harus menyerahkan paspor mereka, sehingga mereka tidak bisa melakukan perjalanan ke Piala Dunia 2006 di Jerman karena ulah buruk mereka yang berhubungan dengan sepak bola

7. Hardcore- Aston Villa

Firma tersebut telah aktif sejak awal 1990-an, dan telah terlibat dalam beberapa pertarungan hooligan tingkat tinggi di Eropa. Firma ini masih ada hari ini, tapi, seperti semua firma hooligan, mereka telah terpinggirkan. Hardcore sempat bentrok beberapa kali dengan saingan sengit se kota yaitu Zulu Birmingham, terkait dengan saingan sengit Aston Villa, Birmingham City.Lima belas orang ditangkap pada bulan Oktober 2002 dalam serangkaian penggerebekan fajar sehubungan dengan gangguan serius yang dilakukan di daerah Lane Rocky Aston sebelum pertandingan antara Aston Villa dan Birmingham City pada bulan September 2002,kemudian pada tahun 2005 seorang hooligans Aston Villa Steven Fowler menerima hukuman dua belas bulan penjara dan dilarang menghadiri pertandingan selama sepuluh tahun, karena terlibat dalam sebuah perkelahian terorganisir antara Hardcore Villa dan headhunter Chelsea di King's Cross di London pada tanggal 27 Maret 2004, sedangkan lima hooligans Villa lainnya juga dipenjara.

8. headhunters- Chelsea

Firma hooligan dihubungkan dengan klub sepak bola London Chelsea. Headhunters merupakan klub hooligans rasis yang juga sering dikaitkan dengan Peramiliter Combat 18 dan Front Nasional. Salah satu anggota paling terkenal dari firma adalah Kevin Whitton yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tanggal 8 November 1985 untuk serangan kekerasan setelah dinyatakan bersalah terlibat dalam serangan terhadap sebuah pub di Kings Road yang digambarkan sebagai insiden terburuk dari hooliganisme sepak bola yang pernah disaksikan di Inggris. Setelah Chelsea kalah pertandingan, Whitton dan hooligan lainnya menyerbu ke dalam pub meneriakkan "Perang, perang perang". Beberapa menit kemudian manajer bar Amerika tergeletak sekarat, salah satu hooligans berteriak, "Kau orang Amerika. Datang ke sini mengambil pekerjaan kami." Seorang anggota geng menerima hukuman penjara 10 tahun di sidang yang sama

9. Suicide Squad-Burnley FC

adalah sebuah firma hooligans sepak bola terkait dengan tim Championship Inggris, Burnley FC.. Nama ini menjadi identik dengan kelompok selama awal 1980-an dan banyak dari anggota asli, sekarang berusia empat puluhan mereka sudah dikenal oleh polisi dan memiliki banyak sekali pelanggaran.

10. The Muckers-Blackpool FC

Firma hooligan sepak bola dikaitkan dengan klub Liga Premier, Blackpool FC Mereka mengambil nama mereka dari kata orang kasar, ucapan sehari-hari yang berarti teman baik.Meskipun Blackpool adalah klub yang relatif kecil, ada sejarah panjang hooliganisme yang mereka miliki semua tetapi menghilang sampai beberapa kali. Sementara firma lainnya telah mempertahankan nama yang sama sepanjang sejarah mereka seperti headhunter Chelsea atau Inter Firm Kota yang mengikuti West Ham, ada sejumlah nama untuk Firma yang mengikuti Blackpool - Rammy Arms Crew, Bennys Mob, BISONS (atau Bisons Riot Squad) dan sekarang The Muckers.

source: forum United Indonesia gan ^^

Sabtu, 19 Maret 2011

Champions League so far...

Drawing Liga Champions babak 8 besar sudah dilaksanakan tadi malam waktu Indonesia setempat. Klub-klub yang akan bertanding siapa-melawan-siapa terjawab sudah. Klub yang diunggulkan? Jelas ada. Tapi ini sepak bola. Apapun bisa terjadi di lapangan hijau selama 90 menit. Dengan aturan klub yang berada di asosiasi yang sama dan berada di fase grup yang sama diabaikan (tidak seperti musim lalu), akan ada laga dimana mempertemukan wakil dari salah satu negara tersebut. Dengan kata lain, klub Inggris dapat bertemu dengan klub Inggris lainnya, begitu juga dengan klub Spanyol yang dapat bertemu dengan tim Catalan satunya. The English teams may be hoping Barcelona draw Real Madrid. So do I. But no, it didn't happen.



Real Madrid Vs Tottenham
Tottenham bisa berbangga diri sejenak atas kesuksesan mereka mempercundangi Inter Milan - yang statusnya sebagai Juara musim lalu - di fase grup. Kecepatan Lennon, kecerdikan Van Der Vaart, ketajaman Pavlyuchenko dan tentunya sang fenomenal Gareth Bale akan menghantui tim polesan Jose Mourinho ini. Tottenham sebelumnya berhasil membuat Ac Milan terkapar dan terhenti jalannya di Liga Champion. Bukan maksud saya untuk meninggi ninggi kan klub London Utara ini, tapi siapa sangka, tim debutan yang baru saja menjajal turnamen di Liga Champions bisa bertahan atau setidaknya sampai sekarang. Jose Mourinho mungkin bersyukur tidak berhadapan dengan mantan klub yang pernah di belanya - Chelsea dan Inter - sama seperti yang diharapkan sebelumnya dan barangkali bisa tersenyum karena lawan yang di hapadinya bisa dibilang tidak terlalu berat plus Mourinho dan Ronaldo punya catatan bagus melawan Spurs saat keduanya masih bekerja di Inggris.


Barcelona Vs Shakhtar Donnesk
Barcelona mungkin satu satu tim yang dapat tersenyum setelah mengetahui siapa lawan mereka selanjutnya di perempat final UCL. Shakhtar memang bukan lawan yang sebanding untuk Barcelona - atau bisa di bilang juga bukan kelasnya -. Barca tentu di favoritkan untuk melaju mulus ke semifinal, but this is football. Everything can happen


Inter Milan vs Schalke
Berbagai rangkaian hasil buruk yang di dapat Inter di awal awal musim mungkin tidak terlalu membebani mental di kubu Schalke, tapi semoga mereka tidak lupa, bahwa status Inter Milan di Liga Champions ini adalah juara bertahan. Kenangan manis Inter musim lalu di Santiago Bernabeu akan menjadi faktor tersendiri bagi mereka untuk mengulang kesuksesan itu ditambah lagi di perdelapan final mereka (lagi-lagi) mengalahkan Bayern Munchen dengan hanya unggul atas goal away lewat pertandingan yang cukup dramatis.


Manchester United Vs Chelsea
Keinginan Van Der Saar untuk tidak melihat tim nya berjumpa dengan sesama klub inggris di babak 8 besar Liga Champions, tidak direstui. Dua klub Inggris akan bertemu di perempat final Liga Champions musim ini. United mempunyai catatan bagus saat bertemu dengan klub Inggris di turnamen ini. Tapi krisis lini belakang United masih menjadi masalah yang harus di selesaikan secepatnya. Siapa sangka, Chelsea yang awal musim tampil luar biasa malah mlempem di tengah tengah kompetisi sebelum akhirnya sekarang mereka bisa melonjak bak rollercoaster. Laga di Luzhniki tahun 2008 bisa dibilang adalah memori terindah Manchester United saat berhadapan melawan klub dari London Barat ini (sepanjang sejarah United) yang berakhir oleh sebuah drama yang bernama adu penalti. United punya rekor fantastis di rumah sendiri musim ini, tapi berkebalikan sekali jika mereka bertanding keluar rumah. Hasil imbang rasanya sangat berharga bagi Vidic dkk di leg pertama, dan berharap di leg kedua nanti mereka bisa memanfaatkan penuh kesempatan yang ada.



All England Final? Maybe. Dengan skenario Tottenham bisa mengalahkan Madrid dan melumpuhkan kehebatan sang raja Catalan di seimifinal plus salah satu antara United atau Chelsea bisa lolos dari Inter-Schalke akan membuat final di Wembley nanti menjadi sempurna.

El Classico in semi final? Saya tidak mau berkomentar banyak tentang ini. Pastinya, semua mata akan tertuju pada laga krusial ini. Tapi, Shakhtar pastinya tidak akan membiarkan Barca lolos dengan mudah begitu saja. Menurut Opta, Shakhtar hanya bisa memangkan dua pertandingan dari 12 yang di dapat saat melawan klub Spanyol. Dua kemenangan diantaranya adalah saat melawan Barca.


8 klub sudah mulai mempersiapkan laga mereka masing masing yang akan di selenggarakan pertengahan April nanti. Tujuan mereka semua sama, yaitu menghadapi Final Destination mereka: Wembley Stadium!

Are you ready guys?